Pengertian Media pendidikan

Media pendidikan adalah alat bantu yang di gunakan guru dalam proses belajar mengajar. Mengajar dengan menggunakan alat bantu dapat menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan komunikasi antara guru dan siswa. Media atau alat bantu tersebut dapat berupa benda langsung atau tidak langsung yang bertujuan untuk membantu guru dalam mengajar dan memudahkan siswa dalam belajar. Dalam hal ini media pendidikan merupakan salah satu sarana yang ikut menunjang proses belajar mengajar.

Pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi dapat pula berlangsung di luar sekolah, misalnya keluarga yang lambat laun berpindah ke suatu lembaga yang bertugas mengelola masalah pendidikan tersebut. Sekolah merupakan tempat berlangsungnya proses belajar mengajar antara guru dan siswa.  Tugas guru sebagai pendidik dan mengajar adalah memberi kemudahan belajar kepada siswa, agar tujuan yang diharapkan dapat lebih mudah dicapai dalam waktu yang singkat.

Untuk dapat  berlangsungnya proses pendidikan secara efektif, sangat dibutuhkan berbagai faktor penunjang serta fasilitas-fasilitas yang terlibat dalam proses belajar mengajar tersebut. Di antara faktor-faktor tersebut adalah media pendidikan. Media pendidikan merupakan alat bantu yang digunakan oleh guru untuk lebih memudahkan pemahaman siswa terhadap konsep yang sedang diajarkan.

Pengertian Media menurut beberapa ahli:

Menurut Latuheru (1988:11) “media pendidikan adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang-orang penyebar ide sehingga gagasan itu dapat sampai kepada penerima, karena pada hakekatnya media telah memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengar dan melihat dalam batas jarak, ruang dan waktu tersebut, kini dengan bantuan media batas-batas itu hampir tidak ada.

Menurut  Surahmad (1982:96) Media pendidikan adalah “adalah alat yang digunakan untuk mencapai tujuan“.  Menurut Sardiman (1984 : 7) pengertian media pendidikan adalah “ segala sesuatau yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat ;merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat anak didik sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi “.

Untuk mencapai tujuan pengajaran yang diinginkan, media memegang peranan penting sebagai salah satu saran dalam mengajar. Walaupun media dan metode mengajar mempunyai arti yang berbeda tetapi tidak dipisahkan antara satu dengan lainnya. Keduanya saling kait mengkait dalam mencapai tujuan.

Spelaiman (1979:70) mengatakan media pendidikan adalah “ suatu alat yang dapat menjelaskan atau membuat suatu pelajaran menjadi lebih konkrit dan membuat murid lebih terdorong untuk belajar serta membuat situasi pengajaran lebih bervariasi“. Melihat batasan diatas maka jelaslah bahwa media dapat memperjelas pelajaran dengan lebih konkrit dan dapat memperkaya pengalaman siswa dalam belajar.

Media menurut Hamalik (1977:23) adalah “ alat, metoda dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dengan demikian media merupakan komunikasi interaksi pendidikan yang berlangsung sedemikian rupa sehingga terjadi proses saling pengaruh mempengaruhi antara siswa dan guru dalam mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah.

Media pendidikan juga sering disebut dengan alat peraga yang berfungsi untuk membantu efektifitas penggunaan metoda mengajar. Seperti yang dikemukakan oleh Soelaiman (1979:72) sebagai berikut : alat peraga pengajaran yang dimaksudkan disini mencakup semua alat yang berfungsi membantu efektifitas penggunaan metoda mengajar, baik berupa alat peraga visual, yaitu alat yang menjangkau pendengaran dan penglihatan. Sedangkan menurut jenis kata, alat peraga berasal dari jenis kata “raga” yaitu benda-benda yang dapat dijangkau oleh indra mata. Hal ini sesuai dengan pendapat Hamalik (1988 : 11) yaitu :

1. Media pendidikan identik artinya dengan keperagaan yang berasal dari kata “raga” artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar dan dapat diamati melalui panca indra kita

2. media pendidikan mengandung aspek-aspek sebagai alat dan teknik yang sangat erat pertaliannya dengan metode mengajar.

Para ahli pendidikan lain juga berpendapat bahwa media pendidikan disebut dengan audio-visual aid atau alat bantu pandang/dengar. Seperti yang dikemukakan oleh Latuheru (1988 :13) mengatakan sebagai berikut:

Media pendidikan dikenal dengan istilah audio-visual aid (alat bantu pandang/dengar) yang merupakan peralatan fisik untuk menyampaikan isi pelajaran seperti proyektor, film, vidio-tape dan berbagai jenis peralatan lainnya termasuk juga suara guru dan perilaku non verbal. Jadi media pendidikan dapat memperjelaskan atau membuat pelajaran menjadilebih kongkrit dan membuat siwa lebih terdorong untuk belajar, serta membuat kondisi pelajaran lebih bervariasi.

Jenis-jenis Media pendidikan

Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar dapat digunakan berbagai jenis media pendidikan. Beraneka ragamnya jenis media pendidikan yang ingin dicapai, dan adanya perbedaan tingkat perkembangan anak didik itu sendiri. Pada umumnya media pendidikan dapat diklarifikasikan menjadi empat jenis ialah alat-alat visual yang dapat dilihat misalnya : film strip, papan tulis, gambar-gambar, chart, grafik, poster dan peta rekaman pada tape rekorder. alat-alat yang dapat dilihat dan didengar misalnya film, televisi dan benda-benda tiga dimensi yang biasanya dipertunjukkan misalnya model, specemen dan lean boxes. Pada bagian ini akan dijelaskan beberapa jenis media pendidikan selain dari buku-buku yang kiranya dapat membantu atau menunjang proses belajar mengajar   pada sekolah menengah umum.

Untuk melaksanakan pengajaran ilmu dituntut adanya guru-guru yang berpengetahuan luas, yang ada hubungannya dengan bidang studi ilmu   yang diajarkan, sehingga guru-guru lebih mudah berinisiatif dalam hubungan perkembangan pelaksanaan metoda eksprimen dengan lengkap media yang digunakan, sehingga siswa lebih mudah memperoleh ilmu pengetahuan yang diajarkan oleh guru.

Semua jenis media yang digunakan merupakan suatu proses yang sangat baik dalam menerapkan konsep dasar kepada anak didik, sehingga anak didik dalam menerima pelajaran yang diajarkan dan ilmu pengetahuan yang dia miliki akan lebih banyak dimanfaatkan untuk dihubungkan dalam kehidupan sehari-hari. Media yang sangat baik dan tepat adalah apabila media tersebut dapat membantu siswa dalam memudahkan analisa materi yang sedang dipelajari dengan menghubungkan pengetahuan-pengetahuan siswa yang telah dimiliki sebelumnya. Sebaliknya jika penggunaan jenis media pengajaran yang sedang tidak tepat dan tidak sesuai dengan materi yang sedang di ajarkan, dapat memberikan kejenuhan dan memaksa siswa untuk menerima materi pelajaran tersebut.

Fungsi Media Pendidikan dalam Pengajaran  

Peranan media pendidikan dalam proses belajar mengajar adalah untuk membantu siswa dalam hal meningkatkan pengertian terhadap materi pelajaran yang disajikan guru. Karena tanpa media pendidikan dalam pengajaran  yang menimbulkan pengajaran yang verbalisisme. Verbalisme sering terjadi karena guru dalam menyampaikan materi pelajaran hanya menggunakan kata-kata saja atau guru mengharapkan siswa menghafal tanpa ada pengertian jelas. Menurut Latuheru (1988 : 22) fungsi media pendidikan adalah “ untuk menarik minat siswa terhadap materi pelajaran yang disajikan serta mampu memberikan/ menyajikan data yang kuat dan terpercaya tentang suatu hal atau kejadian verbalisme dalam pengajaran adalah menggunakan media pendidikan yang sangat membantu siswa dalam proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar fungsi media pendidikan antara lain:

  1. Sebagai alat bantu belajar .

Dengan menggunakan media pendidikan guru akan lebih mudah mengajar dan membantu proses pemahaman siswa untuk mengambil suatu pengertian. Media pendidikan atau alat pendidikan dapat membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk belajar dengan penuh semangat. Seperti yang dikemukakan oleh Latuheru (1988 ; 22) yaitu :

a. Media pembelajaran membangkitkan motivasi belajar para siswa anak didik.

b. dengan menggunakan media pembelajaran anak didik dapat mengulangi apa yang telah mereka pelajari.

c. Media pembelajaran dapat merangsang anak didik untuk belajar dengan penuh semangat.

d. Media pembelajaran dapat lebih mengaktifkan adanya respon dari anak didik.

e. Dengan menggunakan media pembelajaran dapat diharapkan adanya umpan balik (feed back) dengan segera.

Media pendidikan sebagai salah satu sumber belajar mampu memberikan data yang kuat dan terpercaya tentang sesuatu kejadian untuk menguatkan suatu informasi. Dengan demikian dapat mengembangkan pikiran siswa secara teratur tentang hal yang mereka alami, misalnya melihat film suatu peristiwa. Urutan serta rangkaian kejadian yang mereka saksikan itu, akan dapat mereka pelajari secara teratur dan kontinu. Oleh sebab itu dengan adanya media pendidikan segala hambatan-hambatan dalam pendidikan baik hambatan psikologi, maupun  hambatan fisik dapat diatasi.

  1. Sebagai alat komunikasi

Proses belajar mengajar pada hakekatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran tertentu ke penerima pesan. Dalam usaha memberikan pengalaman-pengalaman yang baru, media pendidikan dapat berfungsi sebagai pengetahuan dari jauh menjadi dekat misalnya melalui film,televisi dan radio.

Pendidikan tidak hanya berfungsi di sekolah akan tetapi juga di luar sekolah, dalam semua interaksi sosial, surat kabar, sebagai media pers juga berfungsi mendidik siswa agar mapu berfikir secara kritis. Berarti fungsi media pendidikan bukan hanya sebagai alat bantu belajar melainkan juga sebagai alat komunikasi.

  1. Sebagai alat bantu untuk menumbuhkan ciptaan baru.

Kemajuan teknologi tidak dapat dipisahkan dengan kemajuan bidang pendidikan, karena itu mutu pendidikan perlu ditingkatkan terus menerus. Salah satu komponen yang mempengaruhi kemajuan pendidikan adalah pemanfaatan alat bantu pengajaran atau media pendidikan. Dalam pengajaran yang dikatakan modern, guru harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi dalam pengajaran. Maka guru harus memilih media pendidikan yang tepat, yang dapat membantu memperjelas materi pelajaran yang akan disajikan. Oleh karena itu pendidikan yang dialami siswa-siswa sekarang sudah menuju ke tingkat kemajuan teknologi. Sehingga siswa sudah terdorong untuk menumbuhkan ciptaan baru apabila mereka sering dihadapkan dengan pengajaran-pengajaran melalui media pendidikan yang sifatnya mekanis.

Sehubungan dengan fungsi tersebut diatas media pendidikan secara umum menggunakan beberapa faktor keuntungan/kegunaan seperti yang dikemukakan oleh Latuheru (1988 : 23) yaitu :

  1. Media pembelajaran menarik dan memperbesar perhatian anak didik terhadap materi pelajaran yang disajikan.
  2. Media pembelajaran mengurangi, bahkan menghilangkan adanya verbalisme.
  3. Media pengajaran mengatasi perbedaan pengalaman belajar berdasarkan latar belakang sosial ekonomi dari anak didik.
  4. Media pengajaran membantu memberikan pengalaman belajar yang sulit di peroleh dengan cara yang lain.
  5. Media pembelajaran dapat mengatasi batas-batas ruang dan waktu. Misalnya, benda atau suatu yang diajarkan terlalu besar untuk dibawa ke ruang kelas, maka dapat saja digunakan model, foto atau slide, atau pun gambar dari bentuk tersebut.
  6. Media pembelajaran dapat membantu perkembangan pikiran anak didik secara teratur tentang hal yang mereka alami, misalnya melihat film suatu kejadian/peristiwa. Rangkaian dan urutan yang mereka lihat itu akan dapat mereka pelajari secara teratur dan kontinu.
  7. Media pembelajaran membantu anak didik dalam mengatasi hal-hal yang sulit nampak dengan mata, misalnya ion, atom, molekul dan elektron.
  8. Media pembelajaran dapat menumbuhkan kemampuan berusaha sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan.
  9. Media pembelajaran dapat mengatasi hal/ peristiwa/kejadian yang sulit diikuti dengan indra mata.
  10. Media pembelajaran memungkinkan terjadinya kontak langsung antara anak didik dan guru, dengan masyarakat, maupun dengan lingkungan alam sekitarnya mereka.

Kita dapat menyadari bahwa fungsi-fungsi media pendidikan yang semua fungsi tersebut sudah memadai dan sudah dapat memberikan gambaran sampai sejauh mana manfaat serta fungsi media dalam proses belajar mengajar.

Pengadaan Media Pendidikan

yang perlu diperhatikan Sebelum membuat/membeli media yaitu :

  1. Percobaan apa yang akan dilakukan.
  2. Alat-alat atau bahan-bahan apa yang akan dibeli,
  3. Pengetahuan untuk menggunakan alat yang akan di beli,
  4. Adanya dana,
  5. Produser pembelian.
  6. Jenis ukuran alat atau bahan yang akan di beli.
  7. Pelaksanaan pembeli.

Dalam pengadaan media pendidikan, ketrampilan para guru IPA juga sangat berperan. Jika semua tenaga guru telah mampu merekayasa media pengajaran dengan menggunakan bahan-bahan ynag tersedia dimana ia bertugas ataupun memanfaatkan barang-barang bekas, maka masalah media pendidikan bukanlah merupakan penghalang dalam memajukan sistem pendidikan di Indonesia. Oleh sebab itu kemampuan para guru dalam pengadakan media pengajaran harus selalu diarahkan dan di tingkatkan, baik melalui penataran kerja guru maupun malalui sanggar-sanggar dengan sekolah-sekolah yang berada di pedesaan tidak lagi terjadi kesenjangan yang diakibatkan oleh media pendidikan.

Proses belajar mengajar sebenarnya merupakan suatu kegiatan untuk menyusun dan menguji suatu proses yang dilengkapi dengan dengan media yang cukup, yang memungkinkan timbulnya perbuatan-perbuatan pada diri siswa. Suatu perbuatan atau kegiatan dapat dikatakan suatu tindakan mengajar, jika kegiatan tersebut dilandasi pada suatu perencanaan media yang matang dan sempurna. Jadi disini berlaku suatu ketentuan bahwa jika seorang guru berdiri di depan kelas tetapi keberadaannya di depan kelas tersebut didasarkan atas suatu rencana, dan tidak dimaksudkan untuk menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan timbulnya perbuatan-perbuatan pada diri, maka tidak dapaty dikatakan guru tersebut sedang mengajar.

Efektifitas penggunaan media pendidikan

Apabila siswa menerima pelajaran yang disajikan guru hanya dengan metoda ceramah semata-mata, sulit bagi mereka untuk mengingat dan mengerti apa yang disampaikan. Bagi siswa yang tingkat kecerdasannya tinggi tentu tidak ada kesulitan, tapi bagi siswa yang berfikir lamban tentu mengalami kesulitan. Apabila materi pelajaran yang sama disajikan dengan metoda ceramah kemudian memperlihatkan gambar, foto, sketsa atau grafik serta diberikan kesempatan bagi siswa untuk memegang atau mengerjakan sendiri maka akan sangat mudah bagi mereka untuk mengerti dan memahami pelajaran tersebut dan sulit bagi mereka untuk menyampaikannya. Latuheru (1988:16) menegaskan bahwa: pengalaman belajar seseorang,75% diperoleh melalui indra lihat (mata) ; 13% melalui indra dengar (telinga) ; dan selebihnya melalui indra lain “.

Efisien merupakan perbandingan yang terbaik antara suatu hasil dicapaii oleh suatu kerja dengan usaha yang di keluarkan untuk mencapai hasil tersebut. Dalam menggunakan media pendidikan yang efisien guru harus mampu menetapkan, mengembangkan dan memilih suatu media tertentu terhadap mater-materi tertentu serta mengetahui prinsip-prinsip umum dalam penggunaan media

Seorang guru yang akan menyajikan pokok bahasan tertentu kepada siswa terlebih dahulu harus menetapkan metode apa yang akan digunakan serta pemilihan media yang paling tepat dan sesuai untuk menanamkan konsep/ pengetahuan kepada siswa, sehingga apa yang telah ditetapkan sebagai tujuan akan dapat dicapai.

Guru sebagai pembimbing dalam mata pelajaran harus terampil membimbing siswa dalam pelaksanaan kegiatan pengajaran dengan penggunaan media. Dalam hal ini berperan sebagai moderator yaitu guru memberi petunjuk dan pengarahan kepada siswa terhadap sesuatu yang harus dikerjakan. Dengan demikian para siswa dalam melakukan kegiatan tidak akan mengalami kesulitan ataupun hambatan yang dapat membawa kegagalan. Setelah siswa melakukan kegiatan guru harus mengarahkan siswa untuk merumuskan kesimpulan terhadap kegiatan yang dilakukan. Guru harus membantu siswa dalam menerapkan metode ilmiah dalam memecahkan suatu masalah, memberikan kesempatan lebih baik kepada siswa untuk mengembangkan ketrampilan ilmu pengetahuan alam dalam meningkatkan sikap ilmiah para siswa.

Dalam pelaksanaan penggunaan media pendidikan hendaknya sesuai dengan azas pendekatan inquri, yaitu siswa dapat sebanyak mungkin melibatkan mentalnya dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam hal ini guru tidak terlalu banyak memberi bimbingan. Bimbingan dalam pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan media sebaiknya ada 3 tahap yaitu pada permulaan kegiatan dan pada tengah berlangsungnya kegiatan serta pada akhir kegiatan.

Bimbingan yang dilakukan pada awal kegiatan yaitu siswa diberi motivasi melalui proses dikuskusi umum secara klassikal sesuai dengan permasalah yang akan dipecahkan. Pada waktu kegiatan berlangsung pelaksanaan bimbingan dapat dilakukan secara perorangan dengan mengadakan diskusi dan mengajukan pernyataan yang dapat menuntun siswa dalam menyelesaikan masalah yang akan dipecahkan. Sedangkan bimbingan pada akhir kegiatan yaitu membantu siswa mengambil kesimpulan dari masalah yang akan dipecahkan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mendiskusikan kesulitan yang dihadapi para siswa pada waktu melakukan kegiatan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website