Faktor yang Mempengaruhi Hasil belajar siswa

 A. Faktor intern

Faktor intern merupakan faktor yang timbul dari diri anak itu sendiri. Bagi seseorang anak dalam mencapai tujuan belajar. Faktor interen ini sangat besar pengaruhnya, tetapi seringkali tidak disadari karena dianggap sesuatu keadaan biasa dan anak juga tidak menunjukkan usaha untuk meng hilangkan atau memper baikinya.  Faktor fisikologi juga termasuk faktor intern.  Faktorini dapat dibagilagi menjadi beberapa faktor yaitu : Faktor bakat minat dan intelegensi. Hal ini sesuai dengan pedapat soeryabrata   {1984:30}  yang  mengatakan bahwa   “ Faktor itern ini meliputi faktor fisiologis dan pisikologis”. Hal ini jelas bahwa faktor fisikologis dan faktor fisikologis termasuk  didalamnya bakat  minat  dan intelegensi. Semua faktortersebut akan sangat menentu terhadap seseorang belajar.

1. Faktor bakat

Bakat merupakan suatu potensi yang ada sejak ianya dilahirkan. Potensi ini memegang peranan penting dalam proses belajar dan hasil belajar seseorang. Jikabahan pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakatnya, maka hasil yang dicapai dalam belajar akan lebihbaik, karena ia selalu senang dan teransang  dalam kegiatan belajarnya. Menurut suryabrata  {1984:169}  mengatakan.seseorang akanberhasil kalau dia belajar dalam lapangan yang sesuai dengan bakatnya, demikiapula dalam lapangan kerja .seseorang akan lebih berhasil kalau diabekerja dalam lapangan yang sesuai dengan bakatnya.

Dalam upaya membangkitkan prestasi belajar siswa, maka bagipara pendidik harus mengetahui bakat seseorang siswa dan dapat menempatkan siswa tersebut dalam belajar disekolah sesuai dengan bakatnya.  Setiap indifidumempunyai bakat yang berbeda-beda  antara satu dengan yang lainnya. Seseorang emungkinkan untuk mencapai prestasi tinggi dalam matapelajaran tersebut. Namun sebaliknya, bila seseorang siswa mempunyanyi bakat , maka mempermudah dirinya untuk melajarinya  sehingga kemungkinan besar ia mendapat prestasi tinggi.

2. Faktor Minat

Minat merupakan suatu dorongan daridalamdiri manusia yang disadari pada pertimbangan pikiran dan perasaan pribadi seseorang, dorongan tersebut dapat menimbulkan kegiatan yang terarah untuk mencapaitujuan yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya dalam hal ini khususnya kegiatan siswa untuk belajar.  Minat yang tinggicendrung untuk menyelesaikan kegiatan itu lebihkuat ,sehingga keberhasilan yang akan dicapai relatif lebih memuaskan.  Agous soecoto    {1979:73}  mengatakan :  “ belajar akan lebih berhasil, bila bahan yang dipelajari menarik perhatian anak.karena itu bahan yang dipilih sesuai dengan minat anak”.kurang minat anak dapat menyebabkan kurang nya .perhatian dan mala dalam  belajar . sehingga prestasi yang diperoleh akan menurun. Dengan demikianminat ini perlu diper hatikan sungguh- sungguh, karna dengan minat yang tinggi akan mempertinggi pula hasil belajar siswa yang dicapai.Dengan demikian jelaslah minat merupakan faktor yang sangat menentukan sukses tidaknya siswa dalam belajar.oleh karena itu setiap anak  mempunyai niat terhadap pelajaran yang dipelajarinya.

3. Faktor Intelegensi

Dalam proses belajar mengajar yang perlu diper hatikan adalah bagai mana pengaruh tinggi rendahnya yang dapatdicapai oleh siswa   Agoes soejanto  {1990:19} mengatakan tentang  intelegansi adalah : kesanggupan jiwa untuk menyesuaikan diri dengan cepat dan tepat dalam suatu situasi yang baru”. Intelegansi sangat berperan terhadap kegiatan seseorang yang sedang belajar. Siswa yang memiliki intelegensi yang tinggi kemung kinan akan berkembangcepat  dan pada setiap persualan yang dihadapinya dapat dipecahkan dengan mudah,tanpa bantuan orang lain.

 B.  Faktor   Ekstern

Semenjak manusia lahir, maka sejak itulah ia bergaul dengan orang – orang sekitarnya. Pergaulan yang pertama – tama adlah dengan keluarga. Terutama dengan ibu dan bapak, kemudian dengan anggota keluarga . apabila anak itu beranjak lebih dewasa maka pergaulan tersebut dengan masyarakat disekitarnya .dibawah ini akan dibahas tentang lingkungan keluarga ,lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat yang juga dapat menentukan hasil belajar siswa.

 1. Faktor lingkungan keluarga

Pendidikan dalam keluarga merupakan tugas orang tua yang krodati sejak anak lahir dan manusia pertama terdekat dengan dirinya adalah ibu.ibulah yang memberi ilmu pengatahuan dasar kepada anaknya walaupun belumlengkap tetapi ini merupakan bekal anak dalam perkem bangan selan jutnya . apa yang diberikan dalam rumah tangga ini merupakan tanggung jawab orangtua .dalam hal ini sianak belum memiliki kesanggupanuntuk memilih dan mengenai atau nilai sesuatu.peranan orang tua dalam melaksanakan tugasnya harus selalu memberikan nilai-nilai baik dan buruk tentang sesuatu itu pada anaknya .

Faktor  kebutuhan keluarga sangat mempengaruhi perkembangan dan prestasi siswa.suatu keluarga dikatakan utuh bila keluarga itu masih lengkap.namun ada masalah jika ayah dan ibunya jarang dirumah, maka wlaupun keluarga itu lengkap tetapi hubungan itu dapat digolongkan keluarga tidak utuh dilain pihak apa bila keluarga itu disertai dengan sering cekcok dan tindakan- tindakan agresif ,maka pendidikan anak terganggu.keutuhan sesuatu kelurga merupakan satu kunci bagi anak-anak untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi belajar, karna kelurga itu kelompok sosial utama tempat sianak belajar. Suatu keluarga yang tidak utuh, atau ada tingdakan-tingdakan yang keras terhadap anak yang dilakuan oleh orang tuanya , akan mem pengaruhi interaksi sosial yang dapat mengakibatkan kurangnya prestasi belajar si anak.

Dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari bahwa rusaknya moral generasimuda sebagai penerus bangsa merupakan suatu problem yang sukardicari penyebabnya apakah pengaruh disekolah yang kurang cocok atau pendidikan rumah tangga / keluarga atau pun masyarakat disekitarnya yang salah. Aoes soejoto  {1990:48} mengatakan : “ keadan keluarga yang pecah akan menjadi penghambat dalam belajar “. apa bilakeluarga selalu kacau akan menjadi gangguan mental bagianak dan akan mengakibatkan prestasi belajar akan menurun.oleh karena itu suasana keluarga harus dapat diatur sedemikian rupa sehingga menjadi suatu keluarga yang baik .

Demikian juga tengtang fasilitas-fasilitas belajar yang dibutuhkan anak, fasilitas ini antara lain bangku dan meja belajar  buku-buku bacaan,lampu belajar dan lain lain .Fasilitas ini perlu diatur sedemikian rupa sehingga dalam belajar tidak mendapat hambatan—hambatan namun fasilitas fasilitas inikurangdapat dipenuhi apabila sumber keuangan keluarga sangat kurang ,sehingga kemung kinan anak anak akanmendapat kesulitan dalam belajar.

Begitu juga halnya dengan proses belajar pada suatu sekolah ,banyak siswa yang mendapat prestasi yang penyebabnya. Faktor _faktor . tersebut antara lain adalahguru,sekolah keluarga atau masyarakat sekitarnya ada sementara orang tua yang kurang menyadari fungsi belajar anak tidak pernah memberikan keperluan keperluan anak dalam belajar seperti fasilitas belajar,bimbingan motifasi atau kurang memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan bakat yang dimilikinya .

2. Faktor lingkungan sekolah

Sekolah sebagai lingkungan tempat anak untuk mendapatkan pendidikan secara  formal dan dan merupakan kelan jutan pendidikan anak di dalam lingkungan kelurga.  Banyak anak anak yang memperoleh prestasi belajar yang rendah ,hal ini  didak dapat ditentukan dengan cepat penyebab rendahnya prestasi belajar anak. Prestasi belajar anak disekolah ditentukan oleh banyak faktor antara lain faktor guru yang mengajar, kurikulum , pengajaran dan metodologi  yang digunakan.

Menurut Liang  Gie  {1986:53}  “sekolah yang dilengkapi oleh pelatan yang lengkap akan membantu siswa dalambelajar, karena belajar  tidak dapat dilakukan tanpa alat belajar. Sekolah sebagai tempat pendidikan formal yang mempunyai peranan untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh ank agar kelak berhasil menjalankan tugas-tugas kehidupan sebagai manusia .pada setiap sekolah guru-guru mengajar berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan ketrampilan materi yang diajarkan oleh guru berdasarkan kurikulum yang telah ditetap kan oleh pemerintah dan dari sekolah itu sendiri. Melalui kurikulum sebagai pedoman para para guru untuk menyampaikan pelajaran pada siswa siswa sebagai  informasi pengetahuan .

Keadan lingkungan sekolah dan ruang belajar yang serasi, tertip, tenang dan sisawa – siswa disiplin serta mematuhi segala peraturan yang berlaku disekolah tersebut, akan dapat tercapai kelancaran belajar yang baik .lingkungan sekolah yang acak-acakan, keadaan kelas yang didak teratur, siswa yang sering ribut dan tidak disiplin, maka prestasi belajar yang diharapkan akan sukar dapat dicapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website