Proses mengajar adalah fenomena yang komplek. Segala sesuatunya berarti setiap kata, pikiran, tindakan,dan asosiasi dan sampai sejauh mana kita mengubah lingkungan, prestasi, dan rancangan pengajaran, sejaauh itu pula proses belajar berlangsung.

Belajar adalah perubahan tingkah laku yaang relatif mantap berkat latihan dan pengalaman (Hamalik, 2003:154). Berdasarkan pendapat ini, belajar berarti adanya perubahan tingkah laku individu pelakunya dari latihan dan pengalaman, sedangkan perubahan tersebut bersifat relatif karena hal tersebut juga tergantung pada individu itu sendiri dan faktor yang mempengaruhi belajar, diantaranya adalah motivasi belajar.

Pencapaian hasil belajar yang baik atau tercapainya apa yang ditargetkan, baik guru maupun siswa tentunya juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya motivasi belajar dari diri siswa itu sendiri. Maksud dari motivasi adalah daya penggerak yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan (Syukur, 2004:4), motivasi dapat bersumber dari dalam diri sendiri dan luar diri seseorang.
Munculnya motivasi dalam diri seseorang ditandai dengan tiga unsur yang saling berkaitan, seperti yang diuraikan oleh Hamalik (2003:158), yakni sebagai berikut:
a. Motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi
b. Motivasi ditandai dengan timbulnya perasaan affective arousal (ketegangan emosi).
c. Motivasi ditandai dengan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan.

Berdasarkan uraian diatas, jelaslah bahwa ada tiga fungsi motivasi, yaitu: mendorong timbulnya kelakuan, sebagai pengarah,dan sebagai penggerak untuk mengubah kelakuan sehingga tercapainya tujuan.

Menurut Sardiman (1998:7) bahwa yang sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar adalah bagaimana menciptakan kondisi atau suatu proses yang mengarahkan siswa untuk melakukan aktivitas belajar. Dalam hal ini sudah tentu peran guru sangat penting. Bagaimana guru melakukan usaha-usaha untuk dapat menumbuhkan dan memberi motivasi agar anak didiknya melakukan aktivitas belajar dengan baik.

Begitu pula untuk mendapatkan hasil belajar yang baik juga diperlukan proses motivasi yang baik pula.
Adanya tujuan yang jelas dan disadari akan mempengaruhi kebutuhan dan ini akan mendorog timbulnya motivasi guru dengan sengaja menciptakan kondisi dan lingkungan yang memberikan kesempatan belajar kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu, dan diharapkan memberikan hasil yang baik pula kepada siswa.

Hal ini dapat diketahui melalui sistem penilaian yang dilaksanakan secara berkesinambungan.
Hasil belajar tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada siswa, yang dapaat diamati dan dapat diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Perubahan tersebut diartikan terjadinya peningkatan dan perkembangan yan g lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, sikap kurang sopan menjadi sopan, dan nilai rendah menjadi tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website