Fungsi  Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak

Pada hakekatnya tanggung jawab orang tua terhadap anak sangat besar, karena anak merupakan amanah Allah SWT kepadanya. Oleh karena itu fungsi orang tua terhadap anak-anaknya tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan dan sandang saja, tetapi juga harus dapat memberikan perlindungan terhadap rasa aman, rasa sayang dan yang lebih penting adalah pendidikan. Karena melalui pendidikan inilah anak dapat mengenal diri orang tua dan Tuhannya. Di sisi lain seorang anak memperoleh kebahagian hidup dunia dan akhirat dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan baik yang diterima dalam keluarga, masyarakat maupun disekolah.

Segala bentuk bantuan, tindakan yang diberikan orang tua dalam keluarga untuk membentuk kepribadian anaknya dalam upaya mendewasakan anak dan sekaligus untuk mencapai keberhasilan pendidikannya. Usaha ini sangat menentukan dalam proses pendidikan anak dimasa yang akan datang. Disini orang diharapkan dapat membantu kegiatan-kegiatan anaknya apabila ada tugas-tugas yang diberikan dari sekolah. Hal ini bertujuan untuk menjaga dan kerjasama yang baik antara sekolah dengan keluarga. Sehubungan dengan hal ini, Darwis A. Sulaiman (1979:11) mengatakan  : “pekerjaan rumah yang diberikan kepada anak merupakan suatu kesempatan untuk lebih mengenal sekolah dan juga untuk melengkapi pendidikan anak mereka sendiri”. Agar lebih jelas definisi fungsi orang tua terhadap pendidikan anak dalam keluarga , maka penulis akan mengemukakan fungsi-fungsi tersebut sebagai berikut :

1. Fungsi orang tua sebagai contoh bagi pribadi anak

Fungsi orang tua dalam keluarga adalah orang yang senantiasa dapat memberikan contoh teladan bagi anak dalam keluarga dengan perbuatan dan tindakannya sehari-hari. Suatu konsep berfikir atau sikap orang tua yang baik adalah merupakan modal yang baik bagi perkembangan kepribadian anak dimasa yang akan datang, agar anak benar-benar mencapai kedewasaan dalam arti seluas-luasnya.

Dengan demikian orang tua harus menunjukkan sikap dan perbuatan serta tinakan yang baik kepada anaknya karena anak akan terus meniru apa yang dilihatnya. Dengan kata lain anak akan mengikuti semua gerak pola tingkah laku orang tuanya dirumah secara diam-diam sehingga terbawa ketempat yang lain. Sehubungan dengan hal ini Zakiah Darajat ( 1988:76) mengemukakan bahwa “ sikap orang tua seringkali ditiru anak tanpa diketahui”. Jadi semua cara orang tua bertingkah laku menjadi contoh teladan yang senantiasa merupakan sumber yang harus diikuti oleh anaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Tingkah laku yang dimaksud disini adalah tingkah laku positif, karena orang tua  yang sudah matang akan berusaha memperlihatkan contoh-contoh yang positif untuk anak-anak mereka dengan jalan yang searah dan cara yang bermacam-macam termasuk mengahadapi masalah-masalah sehari-hari.

2. Orang tua sebagai motivator anak dalam belajar

Yang dimaksud orang tua sebagai motivator (pendorong) anak dalam belajar adalah orang tua dalam mendidik anaknya dapat memberikan suatu pengaruh atau daya dari belakang, sambil mengikuti arah perkembangannya. Anak-anak boleh dibiarkan berkembang sendiri menurut kemampuannya, tetapi harus ada pengawasan dari orang tua, yang disini berfungsi sebagai motivator dan anak dituntut supaya aktif belajar, sebagaimana diterapkan dalam system pola “Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)” dewasa ini.

Di lain pihak orang tua harus memberikan kesempatan dan menghargai anak dalam hal  mengeluarkan pendapatnya sendiri dengan dilandasi atas batas-batas yang tertentu dan mengarah kepada perbuatan yang negatif. Sikap semacam ini adalah kewajiban orang tua sebagai pemimpin dalam keluarga untuk berdiri dibelakang anak, dalam arti tetap mengamati dan mengawasi segala tindak perbuatan anak dirumah, agar senantiasa diarahkan kepada saling kerja sama antara anak dengan orang tua.

Berkaitan dengan hal di atas Zakiah Darajat (1988:140) mengemukakan sebagai berikut : “Tut Wuri Handayani” yang berarti bahwa “orang tua harus memberikan dorongan kepada anak-anaknya, agar mereka berani berjalan didepan dan sanggup bertanggung jawab sendiri terhadap segala tingkah laku dan perbuatannya”. Dalam memberikan bimbingan dan dorongan seperti tersebut di atas tidak hanya dilakukan orang tua saja, akan tetapi ikut pula orang lain yang ada dalam lingkungan keluarga seperti paman, bibi, pembantu dirumah dan yang lainnya. Jadi semakin besar jumlah anggota keluarga maka semakin besar pula pengaruh terhadap pendidikan anak dalam rumah tangga, karena sulit untuk menentukan batas-batas hak kewajiban dari anggota keluarga tersebut yang turut membantu atau membimbing anak, seperti dikatakan oleh Zakiah Darajat (1988:76), “ makin banyak jumlah anggota keluarga yang serumah, makin banyak pengaruh mereka atas diri anak dan makin banyak pula yang dipelajari anak dari hubungan keluarga itu.

3. Orang tua sebagai pemenuhan fasilitas belajar anak

Diperkirakan salah satu faktor yang menjadi seorang anak putus sekolah atau gagal mencapai prestasi belajar, disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan dalam mencapai prestasi belajar disekolah, apalagi pada zaman sekarang yang penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, sehingga banyak sekali tuntutan lingkungan yang harus dipenuhi.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak siswa yang membolos, dan berdasarkan pengamatan-pengamatan sebahagian besar adalah anak yang mengalami kesulitan balajar dan berasal dari keluarga yang sosial ekonominya tergolong lemah. Oleh karena itulah banyak sekali masalah yang harus dihadapi oleh anak-anak tersebut. Kadangkala ia harus membantu orang tuanya, sehingga waktu untuk kegiatan-kegiatan diluar jam sekolah tidak dapat terpenuhi. Sebaliknya bagi anak yang berasal dari sosial ekonomi keluarga yang tinggi, permasalahan yang timbul tidak terlalu berat sehingga ia dapat memanfaatkan waktu luangnya dengan sebaik-baiknya terutama dalam hal belajar. Hal ini pernah penulis uraikan pada bagian sebelumnya yaitu tentang peranan orang tua sebagai motivator. Sehubungan dengan hal ini,  Zakiah Darajat (1988:38) mengemukakan sebagai berikut  :

Dalam lingkungan pergaulan sekolah, bagi orang tua siswa yang tingkat sosial ekonominya mencukupi secara sadar dan langsung dirasakan oleh anak-anaknya, bahkan mendorong anak mereka mempunyai semangat juang yang tinggi disekolah, karena anak-anak dalam belajar memiliki alat-alat perlengkapan yang diperlukan, sehingga anak tidak ada sifat minder dan latihan terhadap kawan-kawannya yang lain.

Jadi disini jelas bahwa kebutuhan dalam segi materi perlu diperhatikan oleh orang tua. Karena materi tersebut  merupakan salah satu factor yang dapat menunjang keberhasilan pendidikan seoptimal mungkin. Hal ini berarti pendapat orang tua sangat besar pengaruhnya terhadap pendidikan anak di sekolah. Dengan demikian tingkat pendapat orang tua mempengaruhi prestasi belajar anak di sekolah.

4. Orang tua harus membantu anak dalam proses belajar anak

Belajar  adalah salah satu kegiatan yang kerap dilaksanakan oleh setiap siswa baik disekolah maupun dirumah. Karena belajar adalah kegiatan terpenting dalam upaya mencapai prestasi belajar yang tinggi. Untuk itu dalam proses belajar bagi seorang anak haruslah didampingi oleh orang tuanya, hal ini menjaga kemungkinan ia akan menemukan kesulitan-kesulitan.  Dalam hal ini, Darwis A. Sulaiman (1979:27) mengemukakan sebagai berikut :

  • Memberi petunjuk, bimbingan kepada anak tentang cara-cara belajar yang lebih aktif.
  • Mengatur kedisiplinan waktu yang teratur kepada anak agar dapat memanfaatkan waktu luang sebaik mungkin, baik waktu belajar, bekerja maupun bermain.
  • Setiap ada tugas atau pekerjaan rumah, orang tua harus membantu dalam penyelesaian-penyelesaian, apabila anak mendapat kesulitan dalam penyelesaiannya.
  • Mengontrol setiap ada kegiatan anaknya disekolah dengan cara melihat buku latihan, setiap mata pelajarn yang diberika guru disekolah.
  • Menyediakan segala kebutuhan-kebutuhan yang dapat menunjang proses belajar seperti alat tulis-menulis dan sebagainya.
  • Setiap kali anak melakukan kegiatan belajar, harus diikuti dengan seksama, dan lain-lain dianggap perlu.

Berdasarkan uraian dan kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi orang tua dalam membantu anak sangat besar, baik didalam keluarga, masyarakat maupun disekola. Dengan demikian perhatian orang tua sangat penting terhadap kebutuhan anak terutama dalam hal pendidikan, karena pendidikan buka tanggung jawab guru saja, tetapi merupakan tanggung jawab semua pihak terutama orang tua di rumah.

5. Orang tua sebagai pembentuk kedisiplinan anak

Salah satu tugas penting orang tua adalah melengkapi fasilitas belajar, disamping  mengatur waktu yang tepat pada anak, seperti waktu belajar, bekerja, bermain dan istirahat. Dalam hal ini jangan sampai waktunya hanya digunakan untuk belajar atau bekerja saja akan tetapi orang tua harus dapat membagi waktu-waktu tersebut dalam kegiatan sehari-hari. Selain menentukan dan mengatur waktu untuk anaknya, orang tua juga harus mengontrol tentang kehadiran anaknya disekolah, baik dengan cara menanyakan kepada teman sekolah, baik dengan cara menanyakan kepada teman-teman sekelas, ataupun dari guru-guru serta melalui absensi. Karena anak yang mengalami masalah dalam belajar biasanya sering tidak masuk sekolah. Jika orang tua selalu mengadakan hubungan dengan para guru mengenai anaknya, berarti orang tua telah berusaha membantu sekolah dan siswa secara tidak langsung. Di sinilah fungsi orang tua dalam menanamkan kedisiplinan waktu kepada anak, baik di rumah maupun di sekolah.  Karena penggunaan waktu yang tepat sangat membantu anak dalam proses belajar dan sekaligus dapat menunjang prestasi belajar anak.

6. Mengikut sertakan anak dalam kegiatan ekstra kurikuler

Suatu saat anak akan hidup ditengah masyarakat, untuk itu orang tua harus mampu memahami dan melihat potensi yang dimiliki anaknya, hal ini penting bagi masa depan anaknya. Untuk itu pada masa anak sekolah orang tua wajib memberikan dan mengikutsertakan anak dalam berbagai kegiatan ekstra kurikuler seperti, kepramukaan, sanggar, kegiatan olah raga, kesenian kursus dan lain-lain. Kesemua itu akan sangat membantu anak dalam kehidupan, baik kehidupan dalam rumah tangga maupun sekolah dan masyarakat itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *
Email *
Website